Keterbatasan frekuensi pertunjukan, membuat para seniman reog merasa dibatasi dalam berkarya. Sehingga para seniman membuat inovasi, dan lahirlah Reog Obyog atau Obyogan pada kisaran tahun 1984 atau 1985 di Ponorogo yang diprakarsai oleh tokoh seniman Reog yaitu bapak Upal. Inovasi tersebut berkembang dan dikembangkan sendiri oleh masyarakat setempat khususnya pedesaan di Ponorogo sebagai alternatif hiburan warga. Meski telah berkembang di lingkungan masyarakat Ponorogo, masih ada masyarakat desa dan kota lain yang belum mengenal kesenian ini.

Pada Reog Obyog, formasinya hanya terdiri dari jathil, dadak merak, dan bujang ganong. Dengan formasi yang lebih sederhana ini, diharapkan para seniman reog bisa lebih banyak mendapat tanggapan pentas dari orang yang punya hajatan, pernikahan, syukuran, dan acara lainnya.

Gallery











Culture Lainnya