Prasasti Lucem atau warga sekitar menyebutnya watu tulis Poh Sarang terletak di Desa Poh Sarang, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Artefak ini cukup sulit dijangkau karena berada di lereng sebelah timur Gunung Wilis dan pada salah satu sisi Sungai Kedak. Kata Poh Sarang berasal dari toponimi kata “kepuh” (nama pohon yang tinggi) dan “ngarang” (berubah menjadi “sarang”, yang dimaksud sebagai “pasaran”, yakni suatu bentuk mainan anak-anak perempuan di desa. Maka Poh Sarang memiliki arti pohon kepuh yang di bawahnya dibuat mainan anak-anak. Prasasti Lucem tertulis dalam aksara Kadiri Kuadrat, terpahat pada batu alam utuh dengan bahasa Jawa Kuna. Sampai saat ini kondisi aksara tetap terjaga. Aksara Kadiri Kuadrat merupakan aksara spesifik yang hanya berasal dari masa Kadiri.

Kitab yang disusun pada masa pemerintaha Raja Airlangga ini juga mengisahkan perintah Mpu Bharada pada muridnya untuk melakukan penghijauan dengan menanam pohon Angsoka, Nagasari, Melati, Gambir, Kembang Sepatu, dan Pacar Cina, di sekeliling pertapaan. Selain untuk penghijauan, penanaman pohon bunga-bungaan tersebut juga ditujukan untuk kepentingan pemujaan seperti tersebut juga dalam prasasti Kanuruhan (935 M) tentang anugerah tanah yang diterima oleh Sang Bulul guna menanam pohon bunga-bungaan untuk persembahan sesaji sebagai upaya memenuhi nazar menambah amal.

Gallery

https://drive.google.com/drive/folders/1lB91_0NFyl5RSwLXyeTmdpmuFeYBUeZv

Attraction Lainnya