Museum Trowulan di Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto menawarkan pengalaman berwisata sekaligus belajar tentang peninggalan kerajaan Majapahit. Hal ini dikarenakan juga kecamatan Trowulan di Kabupaten Mojokerto merupakan area yang terkenal akan situs-situs peninggalan kerajaan Majapahit.

Koleksi Museum Trowulan didominasi oleh benda cagar budaya peninggalan Kerajaan Majapahit yang dapat dikategorikan menjadi beberapa kategori berdasarkan jenisnya yaitu tanah liat atau terakota, keramik, logam dan batu. Masing-masing benda koleksi diberi keterangan lengkap yang memudahkan pengunjung untuk mengetahui sejarahnya.  Benda koleksi yang berasal dari tanah liat atau terakota berupa alat-alat produksi, alat-alat rumah tangga hingga terakota manusia, dan juga arsitektur bangunan. Benda koleksi yang berasal dari keramik biasanya berupa peralatan rumah tangga, seperti piring, mangkuk, teko, serta sendok. Mayoritas  merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit, namun bukan asli miliki Kerajaan Majapahit. Melainkan berasal dari negara lain, seperti Thailand, China, serta Vietnam. Untuk koleksi benda yang berasal dari logam, diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok. Diantaranya mata uang kuno dari logam, alat-alat upacara dari logam seperti bokor dan pedang. Ada juga lampu, cermin, guci, dan genta, yang juga terbuat dari logam. Ditambah lagi ada juga alat musik yang terbuat dari logam.

Sementara untuk koleksi batu sendiri diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok. Diantaranya adalah koleksi miniatur dan komponen candi, relief, prasasti, serta arca. Selain itu, ada juga alat-alat dan fosil binatang di masa prasejarah.

Untuk dapat mengunjungi Museum Trowulan, pengunjung dikenakan tarif masuk yang sangat terjangkau. Museum ini buka setiap hari pukul 08.00 – 16.00 WIB (kecuali hari Jumat-Minggu buka pukul 08.00 – 15.00 WIB). Fasilitas yang tersedia juga cukup lengkap mulai dari musholla hingga taman bermain anak.

Gallery

Attraction Lainnya

Kebon Rojo

Kebon Rojo merupakan taman kota yang dilengkapi dengan aneka tumbuhan,…

Read More