Monumen Wajakensis merupakan salah satu objek wisata yang terletak di Dusun Nglempung, desa Gamping, kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung. Jawa Timur. Pada tahun 1850, di Pegunungan Gamping selatan di wilayah Campurdarat – kala itu masih disebut dengan distrik Wajak- tepatnya berada di Desa Gamping, kecamatan Campurdarat, kabupaten Tulugagung, terdapat penggalian tambang marmer pertama yang ada di Tulungagung. Berdasarkan penelitian arkeologi yang dilakukan padaoleh Van Riestchoten  tahun 1889 di lereng gunung Gamping Distrik Wajak Kecamatan Campurdarat ditemukan bukti bahwa pada masa lalu daerah ini telah didiami oleh Homo Sapiens Wajakensis. Fosil kedua ditemukan oleh Dubois pada tahun 1890 di tempat yang sama. Temuan berupa fragmen-fragmen tulang tengkorak, rahang atas dan rahang bawah, serta tulang paha dan tulang kering. Manusia Wajak mempunyai ciri-ciri baik ras Mongoloid dan Austrolomelanosoid. pada pembangunannya dan pengembangannya, tugu monumen Wajakensis ini masih belum banyak diketahui oleh generasi muda maupun masyarakat dikarenakan tidak adanya petunjuk arah mengenai tempat Wajakensis. Sehingga kawasan tugu monumen Wajakensis ini terkesan sepi dan terasingkan oleh peradaban baru. selain itu papan tidak ada  petunjuk khusus yang mengarahkan pengunjung menuju lokasi ini. Monumen tersebut berada di tengah rerimbunan pohon besar, dan dikelilingi pagar besi setinggi satu meter. Tidak jauh dari monumen, terdapat sebuah tugu kuno yang terbuat dari batu marmer.

Gallery

https://drive.google.com/drive/folders/1OKSpl4vQV_FpHtcSWRQM3ZW2mNQD41Uu

Attraction Lainnya