Ki Ageng Ngaliman adalah Tokoh penyebar agama Islam di wilayah Ngliman, Sawahan.  Ki Ageng Ngliman dimakamkan di Desa Ngliman Kecamatan Sawahan ± 50 Meter sebelah selatan Balai Desa Ngliman. Beliau dimakamkan bersama-sama dengan para sahabat dan pengikutnya.

Dalam satu kompleks bangunan makam tersebut terdapat enam makam antara lain Ki Ageng Ngaliman, Pengeran Pati, Pangeran Kembang Sore, Pangeran Tejo Kusumo, Pangeran Blumbang Segoro dan Pangeran Sumendhi.

Di pintu depan Makam Ki Ageng Ngaliman terdapat gambar bintang, kinjeng, ketonggeng, burung dan bunga teratai, dimana gambar-gambar tersebut kemungkinan menunjukkan makna tersendiri.

Ki Ageng Ngaliman sendiri berasal dari Solo Jawa Tengah, aktifitas yang dilakukan Ki Ageng Ngaliman adalah untuk mempersiapkan perjuangan melawan Belanda dengan diadakan pelatihan fisik dan mental yang bertempat di Padepokan yang sampai saat ini disebut Sedepok, dan di Sedudo yang letaknya di Puncak Gunung Wilis. Perjuangan tersebut ditujukan guna memerangi Pemerintah Belanda yang sedang ikut mengendalikan pemerintahan di Kasultanan Surakarta.  Dasar pemikiran yang melatar belakangi hijrahnya Ki Ageng Ngaliman dari Solo ke Nganjuk adalah karena Nganjuk merupakan wilayah Kasultanan Mataram sehingga juga berguna untuk menghindari kecurigaan maka Ki Ageng Ngaliman melatih prajuritnya menetap di daerah Nganjuk yang merupakan wilayah kasultanan Mataram.

Gallery

https://drive.google.com/drive/folders/1uhs5GxkIlxkJ3RBFn1cjaXf-Qo_q1YJC

Attraction Lainnya