Makam Kanjeng Jimat adalah sebuah wisata religi yang terletak di Kabupaten Nganjuk tepatnya di Desa Kacangan, Kecamatan Brebek Kabupaten Nganjuk Jawa Timur yang menyatu dengan lokasi Masjid Yoni Al-Mubarok. Makam Kanjeng Jimat dikerudungi oleh sebuah kain  kelambu yang berwarna putih  berpadu dengan kain berwarna kuning keemasan berenda. Pada sisi utara di samping batu nisanya, berdiri dua payung susun berwarna kuning emas. Ada pula prasasti yang terletak di bagian selatan kijingnya yang bertuliskan huruf arab yang berbahasa jawa berbunyi “Puniko Pesarean Kanjeng Ratu Tumenggung Sosro Kusumo”. Kalimat itu bermakna bahwa jasad dalam makam tersebut merupakan Kanjeng Jimat, seorang adipati atau bupati di Kabupaten Nganjuk.  

Kanjeng Jimat bernama asli Kanjeng Raden Toemenggoeng Sosrokoesmo yang merupakan orang yang sangat berjasa dalam proses terbentuknya pemerintahan kabupaten Nganjuk. Kanjeng Jimat merupakan bupati kelima  sekaligus merupakan bupati pertama di Kabupaten Nganjuk, Kanjeng Jimat merupakan putra menantu dari Sultan Agung dari tlatah Mataram.  Kanjeng Jimat memiliki jasa yang sangat luar biasa terhadap masyarakat Nganjuk, maka dari itu terbentuklah suatu tempat makam khusus untuk beliau di dekat masjid Yoni Al-Mubarok yang pada waktu itu merupakan salah satu tempat pusat penyebaran agama islam di Kabupaten Nganjuk. Beliau merupakan sosok  alim ulama yang sangat di hormati dan disegani. Beliau juga merupakan sosok pejuang perjalanan sejarah yang berada di Kabupaten Nganjuk, Beliau menjabat sebagai bupati pemerintahan yang dapat menyelesaikan bangunan masjid yang bercorak Hinduistis yang bernama “Yoni Al-Mubarok” .

Wisata religi Makam Kanjeng Jimat buka selama 24 Jam dari jam 00.00 – 24.00 WIB setiap harinya, wisata religi ini juga mempunyai banyak fasilitas-fasilitas diantaranya toilet, Tempat parkir, tempat makan dan tentunya dekat dengan masjid Yoni Al-Mubarok untuk melaksanakan ibadah salat dan biasanya pada hari kamis malam jumat diadakan tahlil. Pengunjung dapat masuk dengan gratis tanpa dipungut biaya tiket masuk, dengan aksesbilitas jalan yang beraspal. Ketika ingin ke wisata religi Makam Kanjeng Jimat dapat pula diakses kendaraan mulai dari sepeda motor, mobil dan bus yang telah disediakan lahan parkir. Kanjeng Jimat wafat pada tahun 1832, banyak daya tarik dari pengunjung yang berziarah  untuk melangsungan pembacaan doa secara khusyuk untuk mengenang sejarah para pejuang dan merupakan suatu bentuk penghormatan untuk meneladani perjuangan para terdahulu, karena makam ini mempunyai daya tarik sebagai makam seorang tokoh penting dalam penyebaran islam di Kabupaten Nganjuk

Gallery

Attraction Lainnya