Makam Jujuk Tampo terletak di Dusun Tampo Desa Pudakit Barat, Kecamatan Sangkapura, Bawean-Gresik, sekitar 4 Km dari pelabuhan Sangkapura dan 1 Km dari jalan lingkar Bawean. Letaknya yang berada di area persawahan dan jauh dari pemukiman penduduk, pemakaman ini termasuk berdiri sendiri. Area makam Jujuk Tampo terdiri dari dua bangunan utama. Bangunan Utama berupa makam Jujuk Tampo dan istrinya. Berjarak 10 meter dari bangunan utama, terdapat bangunan peristirahatan yang memiliki fasilitas kamar mandi, tempat wudhu dan aula peristirahatan bagi peziarah. Tidak hanya menawarkan wisata religi, makam Jujuk Tampo juga menyajikan pemandangan alam berupa hamparan sawah yang berundak-undak dan luas. Untuk mencapai lokasi, peziarah dapat menggunakan sepeda motor atau mobil. Khusus peziarah yang memilih menggunakan mobil, maka pejizarah harus turun di batas akhir jalan poros desa. Selanjutnya harus bejalan kaki sekitar 100 meter untuk mencapai area pemakanan Jujuk Tampo.

Ada Legenda masyarakat yang mengatakan bahwa masyarakat Patar Selamat tidak boleh menginjakkan kakinya di Tampo. Cerita bermula dari Suatu hari Jujuk Tampo bertemu dengan seorang pemuda dari desa Patar Selamat. Pemuda itu kelelahan dan kebingungan setelah kehilangan seekor sapi. Jujuk menyarankan agar si pemuda tadi pulang saja karena sapinya tidak bisa ditemukan. Ia pulang dengan tangan hampa. Setiba dirumah, si pemuda tadi menceritakan tentang pengalamannya yakni bertemu dengan Jujuk Tampo yang menganjurkan untuk pulang saja. Beberapa saat kemudian, tiba-tiba si pemuda meninggal dunia. Sang ayah menyangka anaknya di sihir Jujuk Tampo. Keesokan harinya dia pergi menemui Jujuk Tampo menuntut balas kematian anaknya. Setelah bertemu segera sang ayah tadi menghardik Jujuk Tampo dengan menuduhnya sebagai tukang sihir. Jujuk Tampo menjelaskan bahwa ia tidak menyihir si pemuda. Untuk mengakhiri kesalahpahaman ini Jujuk Tampo menawarkan solusi yakni ia bersedia dibunuh. Jika nanti darah yang keluar berwarna merah maka berarti Jujuk Tampo memang bersalah. Tapi sebaliknya jika darah yang keluar nanti berwarna putih maka berarti Jujuk Tampo tidak bersalah dan orang Patar Selamat tidak boleh menginjakkan kakinya di Tampo untuk selamanya. Segera sang ayah tadi menusuk perut Jujuk Tampo. Ajaib, darah yang semburat keluar berwarna putih. Dengan demikian maka teranglah bahwa Jujuk Tampo tidak bersalah. Ayah tadipun menyesali dirinya yang telah gegabah menuduh Jujuk Tampo yang shaleh sebagai seorang penyihir. Kutukan Jujuk Tampo masih berlaku hingga sekarang.

Gallery

https://drive.google.com/drive/folders/1mwPvgn3hOivQfj7wPOH_N-Jbc7Wd4uIV

Attraction Lainnya


Goa Soekarno

Goa Soekarno merupakan salah satu destinasi wisata yang menyuguhkan keindahan…

Read More


Arak-arak

Salah satu daya tarik wisata yang menawarkan pemandangan menakjubkan daerah…

Read More