Makam
Batoro Katong terletak di Desa Setono Kecamatan Jenangan, dapat dijangkau
dengan berkendara sejauh 5 Km selama kurang lebih 10 menit dari pusat kota Ponorogo.
Makam Batoro Katong merupakan tempat persemayaman salah satu tokoh penting Ponorogo,
Raden Batoro Katong yang merupakan pendiri Kabupaten Ponorogo dan juga adipati pertama
Ponorogo.

 

Batoro
Katong yang memiliki nama asli Lembu Kanigoro, adalah salah seorang putra Raja Brawijaya,
Bhre Kertabhumi dari selirnya, Putri Campa yang beragama Islam. Oleh
Raja Brawijaya diperintahkan ke Wengker untuk menumpas pemberontakan Ki Ageng
Kutu. Setelah mengalahkan Ki Ageng Kutu, pada tahun 1486, Bathara Katong membabat
dan membuka hutan untuk dijadikan kadipaten, dan daerah yang baru saja dibangun
itu diberi nama Prana Raga yang berasal atau diambil dari sebuah Babad legenda
“Pramana Raga”. Menurut cerita rakyat yang berkembang secara lisan,
Pono berarti Wasis, Pinter, Mumpuni dan Raga artinya Jasmani. sehingga kemudian
dikenal dengan Ponorogo.

 

Batoro
Katong kemudian dilantik menjadi Adipati Kadipaten Ponorogo pada tanggal 1
Bulan Besar tahun 1418 Saka, bertepatan dengan Tanggal 11 Agustus 1496.
Selanjutnya tanggal 11 Agustus ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Ponorogo.
Pelantikan Batoro Katong dilakukan di atas dua batu gilang yang diukir tahun
terjadi nya peristiwa tersebut. Kini kedua batu tersebut diletakkan di depan
gapura ke lima makam Batoro Katong. Makam Batoro Katong memiliki tujuh gapura
pintu masuk yang berjarak sekitar 200 m satu sama lainnya. Dipercayai gapura-gapura
ini melambangkan langit sebagaimana yang dipaparkan dalam kisah Isra’Mi’raj. Selain
makam Raden Batoro Katong, di area komplek pemakaman ini juga terdapat makam
tokoh – tokoh penting lainnya.

Gallery

https://drive.google.com/drive/folders/1xUim9Fup9zd70at3a5WxWBxR24pDHTdd

Attraction Lainnya