Desa Wisata Ngadas diresmikan pada tahun 2017. Desa wisata yang terletak di Desa Ngadas Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang ini memiliki potensi wisata alam yang indah seperti Ranupane, Coban Trisula, hingga petik apel. Selain itu desa ini juga punya adat istiadat suku Tengger yang masih sangat kental.

Desa Wisata Ngadas berada dalam area teritorial Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN BTS) dan memiliki ketinggian 2.150 meter di atas permukaan laut, menjadikan Desa Ngadasmenjadi salah satu desa tertinggi yang ada di Jawa. Tak heran kalau banyak orang menyebutnya Desa Atas Awan di Malang atau Negeri di Atas Awan.

Menurut legenda masyarakat sekitar, Desa Ngadas dibangun oleh Mbah Sedhek pada tahun 1774. Suku Tengger di lereng Gunung Bromo pertama kali dimulai dari Desa ini hingga sekarang. Uniknya lagi, seluruh warga di Desa Ngadas ini tidak ada satupun yang pendatang. Di desa ini terdapat aturan tak tertulis yang menyatakan bahwa  tanah yang dimiliki suku Tengger tidak boleh diperjualbelikan.

Potensi wisata alam dan pemandangan Gunung Bromo yang cantik menjadi andalan desa ini . Salah satu jalanan di desa ini memiliki panorama langsung yang menghadap ke Gunung Bromo. Saat pagi hari, kabut tipis yang menyelimuti desa membuat suasana makin damai dan sejuk. Desa ini juga merupakan pintu masuk untuk menuju ke Gunung Bromo melalui Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Selain dikenal akan potensi wisata alamnya, Desa Ngadas juga dikenal akan adat budaya masyarakat sekitar yang masih kental. Masyarakat desa ini menganut agama yang berbeda, ada yang Islam, Buddha hingga Hindu. Bahkan ada juga yang dalam satu keluarga yang memeluk tiga agama berbeda. Namun tetap bisa hidup rukun. Masyarakat Ngadas juga masih mempraktikkan ritual dan upacara kuno yang diyakini membawa mereka pada keteraturan, nasib baik dan kemakmuran.

Gallery

https://drive.google.com/drive/folders/1nyZe2z5kPNmU-nimwbQaFw-X0b1z8HoP

Attraction Lainnya