Malang dikenal sebagai tempat yang memiliki udara sejuk karena letak geografisnya yang dikelilingi pegunungan. Selain itu Malang juga sarat akan sejarah masa lalu. Sisa-sisa sejarah yang tersebar di sekitar Malang menyatakan bahwa tempat ini memainkan peran penting di masa lampau. Salah satu peninggalan sejarah yang bisa kita jumpai adalah Candi Jago.

Candi Jago merupakan salah satu candi peninggalan kerajaan Singhasari. Candi yang terletak di Dusun Jago, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang ini disebut juga sebagai Candi Tumpang dan Candi Jajaghu. Nama Candi Jajaghu diambil dari kitab Negarakertagama dan Pararaton yang menjelasakan bahwa candi Jago yang sebenarnya adalah Jajaghu yang memiliki arti keagungan. Jajaghu merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut tempat suci. Menurut kitab Negarakertagama, pupuh 41, gatra ke-4, dijelaskan bahwa Raja ke-4 Singhasari, yakni Sri Jaya Wisnuwardhana menganut suatu aliran keagamaan. Aliran keagamaan tersebut merupakan perpaduan antara ajaran Hindu dan Buddha.

Candi Jago merupakan candi yang kaya akan pahatan relief. Salah satunya bercerita tentang Arjuna dan Pasopati, sang panah sakti. Pahatan relief dapat dilihat pada badan candi yang dipenuhi dengan panel-panel relief yang terpahat rapi mulai dari kaki sampai ke dinding ruangan teratas. Sesuai dengan agama yang dianut oleh Raja Wisnuwardhana, yaitu Syiwa Buddha, maka relief pada Candi Jago mengandung ajaran Hindu maupun Buddha.

Bagi anda yang ingin berkunjung ke Candi Jago dapat mengakesnya dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Bagi pengunjung yang membawa kendaraan pribadi dapat menempuh perjalanan kurang lebih 22 km ke arah timur dari Kota Malang, melalui Madyopuro – Cemorokandang – kecamatan Pakis – Tumpang atau bisa dengan mengikuti jalan Laksda Adisucipto (jalan menuju bandara), terus melewati Pakis hingga masuk Tumpang. Ikuti terus jalan utama hingga tiba di Pasar Tumpang yang berada di pusat kecamatan Tumpang. Candi Jago terletak kurang lebih 500 meter dari Pasar Tumpang. Bagi pengunjung yang menggunakan kendaraan umum bisa ke Terminal Arjosari dan naik angkutan umum Malang – Tumpang hingga tiba di Pasar Tumpang. Selanjutnya perjalanan dapat dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 10 menit atau naik ojek.

Fasilitas yang tersedia di sekitar Candi Jago juga cukup lengkap seperti tempat parkir, warung penjual makanan dan minuman, toilet umum, gazebo hingga penginapan bagi pengunjung yang hendak bermalam. Daya tarik wisata Candi Jago dibuka dari jam 07.00 – 18.00 WIB. Pengunjung tidak dikenakan biaya masuk, hanya tiket parkir kendaraan saja bagi yang membawa kendaraan pribadi.

Gallery

Attraction Lainnya