Kabupaten Malang memiliki potensi wisata budaya yang menarik untuk dikunjungi, salah satunya adalah Candi Badut yang terletak di Desa Karangbesuki, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Candi Badut ditemukan oleh pakar arkeologi pada tahun 1923. Disebut juga sebagai Candi Liswa, candi bercorak Hindu Budha ini diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Airlangga dan diduga sebagai candi tertua di Indonesia. Keunikan candi Badut dibanding dengan candi-candi lainnya adalah bangunannya yang menggunakan batu andesit.  Ciri khas lain yang membedakan Candi ini dengan candi lain di Jawa Timur, yaitu pahatan Kalamakara yang menghiasi ambang pintunya. Pada umumnya, relief kepala raksasa yang terdapat di candi-candi Jawa Timur dibuat lengkap dengan rahang bawah. Namun Kalamakara yang terdapat di Candi Badut dibuat tanpa rahang bawah, mirip dengan yang didapati pada candi-candi di Jawa Tengah.

Daya Tarik Wisata Candi Badut dikelola dan ditata dengan baik. Di sekitar candi terdapat taman bunda dan beberapa pohon rimbun. Pengunjung dapat berwisata sejarah sekaligus berfoto ria dengan latar belakang candi.

Akses menuju DTW Candi Badut dapat dicapai dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Jika menggunakan kendaraan pribadi dari Kota Malang, rute yang paling mudah yaitu lewat Jl. Retawu di sebelah utara Museum Brawijaya. Ikuti jalan ke arah barat melewati Jl. Bondowoso, Jl. Raya Tidar, Jl. Puncak Mandala, Jl. Puncak Yamin, Jl. Esberg, lalu belok kanan melewati ujung Jl. Himalaya pangkalan mikrolet trayek Arjosari-Tidar. Dari pangkalan microlet ini, pengunjung akan menemui Jl. Candi. Lokasi candi berada di kiri jalan di depan TK Dharma Wanita II Karangbesuki. Jika menggunakan angkutan umum, dari kota Malang bisa naik mikrolet jurusan Arjosari-Tidar dan turun pojok Jl. Himalaya. Dari sini, pengunjung harus berjalan ke arah utara kira-kira 300 meter hingga sampai lokasi candi.

Candi Badut buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB sampai 15.00 WIB. Namun, apabila Pengujung berupa rombongan ingin berkunjung di waktu lain, perlu berkoordinasi dengan pihak pengelola terlebih dahulu. Pengunjung tidak dikenakan biaya masuk namun memberikan sumbangan sukarela. Selain berfungsi sebagai tempat wisata, Candi Badut juga digunakan sebagai tempat upacara keagamaan bagi pemeluk agama Hindu.  Fasilitas yang tersedia cukup memadai seperti toilet, musholla, kiosk penjual makanan dan minuman serta tempat parkir.

Gallery

Attraction Lainnya


G Walk

G Walk dikonsep sebagai spot wisata kuliner dan pasar malam…

Read More